SEO Negatif, Bukti Bahwa SEO Tak Selalu Baik untuk Website

3 min read

SEO Negatif

Bagi para praktisi yang menggeluti dunia website dan blogging, kedudukan SEO masih sulit untuk digantikan. Hal ini bukannya tanpa sebab, karena SEO dianggap menjadi jawaban untuk mengoptimalkan kedudukan website dan blog pada hasil pencarian. Tapi, tak banyak yang menyadari mungkin saja telah menggunakan atau bahkan menjadi korban dari SEO negatif.

Tak perlu mengulangi membaca paragraf awal tadi. Ya, artikel kali ini akan membahas mengenai sisi negatif dari SEO. Alasannya karena alih-alih mendatangkan manfaat bagi website dan blog, justru bisa mengundang mudharat yang tak diinginkan.

Mengenali Sisi Negatif dari SEO

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan SEO negatif? Seperti sebutannya, ini merupakan sisi negatif dari SEO. Bisa dibilang ini merupakan sisi gelap dari SEO yang bertujuan untuk menyabotase website rival dalam hal peringkat di hasil pencarian. Sebutannya yang terkenal adalah black hat SEO.

Dalam praktiknya, pengguna sisi negatif dari SEO ini memang memiliki niatan yang buruk. Jadi sejak awal, memang tujuannya adalah untuk menjatuhkan sebuah website atau blog.

Secara kasat mata, praktik ini pun sulit untuk dideteksi dan perlu usaha ekstra untuk mengidentifikasinya. Seringkali, korbannya bahkan tidak menyadari telah mendapatkan serangan dari SEO yang negatif.

Pada kasus lain, ada yang merasa menjadi korban, padahal sebenarnya dirinyalah yang salah memilih teknik SEO. Bisa jadi juga, perubahan algoritma pada mesin pencari menjadi penyebab turunnya peringkat sebuah website atau blog pada hasil pencarian.

Apa Saja Bentuk SEO yang Negatif Itu?

SEO negatif sendiri memiliki beberapa bentuk yang kesemuanya hanya bisa dilakukan oleh para ahli atau setidaknya memiliki pemahaman akan apa itu SEO. Inilah salah satu alasan mengapa para pemula di bidang SEO jarang yang bisa mendeteksi serangan dari bentuk negatif SEO ini. Berikut bentuk-bentuknya yang harus diwaspadai:

1. Hacking

Yang pertama adalah hacking. Bisa dibilang serangan hacking menjadi taktik yang paling efektif untuk menjatuhkan sebuah website atau blog. Ini dikarenakan dengan hacking, si hacker bisa memiliki kendali pada website atau blog yang tengah di-hack.

Biasanya ketika sebuah website atau blog mengalami hacked, seringkali hacker memasang konten-konten yang dilarang oleh Google, misalnya konten porno. Bisa juga URL website atau blog dibuat untuk mengarah ke laman lain yang bukan bagian dari website. Bahkan hasil pencarian dari web di Google pun akan menunjukkan apa yang dikehendaki oleh di hacker.

2. Toxic Backlink dan Anchor Text Spamming

Seperti yang sudah pernah dibahas pada postingan sebelumnya, backlink ada yang bersifat toxic. Selain itu, praktik spamming anchor text pun bisa berakibat sama. Pada poin ini, backlink dan anchor text yang dimaksud bukan hanya yang berasal dari, melainkan yang mengarah ke website atau blog.

Taktik yang digunakan yaitu dengan memberikan backlink dan anchor text pada konten yang bernilai negatif seperti judi, porno, SARA, dan sejenisnya ke website atau blog yang dituju. Dengan begitu, algoritma mesin pencari pun akan mengidentifikasi bahwa website atau blog berafiliasi dengan konten negatif dan memperoleh nilai minus.

3. Duplikasi Website

Ini merupakan teknik lain yang hanya bisa digunakan oleh para ahli dan benar-benar berniat buruk pada website atau blog. Cara kerjanya adalah dengan membuat duplikasi website atau blog yang ingin dijatuhkan nilai SEO-nya.

Duplikasi di sini berarti meng-copy paste secara utuh, baik keseluruhan maupun sebagian, website atau blog yang disasar. Lali, website atau blog palsu itu kemudian disebarluarkan agar orang salah alamat. Efek terburuk dari ini adalah kanibalisme, yaitu website atau blog asli bisa saja menghilang dari peredaran.

4. Memposting Review Negatif Palsu

Dengan memposting pemalsuan review negatif, jelas akan berdampak pada reputasi website, blog, atau bahkan brand produk atau jasa yang ditawarkan. Secara tidak langsung, jelas ini akan berdampak pada rendahkan nilai SEO dari website atau blog yang menjadi sasaran.

Terlebih lagi untuk website yang ditujukan untuk bisnis. Semakin banyak review negatif yang beredar, maka akan semakin menurunkan tingkat kepercayaan yang dimiliki. Alhasil, orang pun enggan untuk membuka website tersebut dan memilih mencari website lain yang menyediakan bisnis serupa.

5. Memalsukan Permohonan Penghapusan Backlink pada Webmaster

Poin terakhir merupakan bentuk usaha yang juga hanya bisa dilakukan oleh para ahli yang telah memahami SEO. Seperti yang telah diketahui, backlink merupakan salah satu instrumen penting dalam SEO. Setiap website memiliki backlink profile yang menyumbang nilai SEO dan turut menentukan posisi hasil pencarian dari website.

Proses pemalsuan dilakukan dengan mengajukan permohonan palsu kepada webmaster. Isi dari permohonan tersebut yaitu untuk menghapus backlink dengan berpura-pura menjadi pemilik website.

Cara Mengatasi SEO Negatif

Sekilas dilihat, SEO negatif membutuhkan cara yang tidak instan dan perlu usaha khusus. Tak sedikit yang menyangsikan apakah ada pihak yang benar-benar mau bersusah payah untuk melakukan hal-hal tersebut. Meski demikian, ada baiknya untuk mengetahui cara bagaimana mengatasinya sebagai berikut:

1. Mencegah Hacking

Satu hal yang perlu diketahui, hacking membutuhkan proses dan waktu. Tak jarang, meski website telah di-hack si pemilik website masih bisa memegang kendali atas website-nya.

Untuk mencegah terjadinya hacking salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan mengaudit website secara berkala. Misalnya saja dengan memanfaatkan Google Search Console. Dengan begitu, bisa segera melakukan perbaikan pada website jika terdeteksi ada masalah.

2. Melawan Backlink Palsu

Untuk mengatasi masalah yang kedua, harus rajin untuk mengaudit backlink. Demi memudahkan, bisa memanfaatkan tools audit untuk backlink yang sudah banyak tersedia. Selain itu, perhatikan pula tingkat score toxic serta periksa website authority dan segera perbaiki jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

3. Temukan Website Tiruan

Keberadaan website tiruan bisa diidentifikasi dengan menggunakan Copyscape, Siteliner, dan sejenisnya. Alat-alat tersebut bisa menemukan jika ada website dengan konten serupa.

Jika menemukan yang demikian, maka segera hubungi host dari website palsu tersebut berada dan minta agar website segera dihapus. Bisa juga mengajukan permohonan penghapusan website kepada Google melalui Google Help.

4. Temukan dan Laporkan Review Negatif

Jangan malas untuk mencari tahu review yang diberikan untuk website, khususnya jika yang bersifat bisnis. Terlebih lagi, jika review tersebut berisi hal-hal negatif yang tidak benar. Kemudian, laporkan bahwa review tersebut merupakan informasi palsu kepada admin tempat review diposting.

5. Laporkan bahwa Permintaan Penghapusan Backlink Palsu

Ada backlink yang memiliki kedudukan istimewa bagi website karena memiliki nilai yang baik. Jika menyadari backlink tersebut hilang, maka segera ajukan laporan kepada webmaster. Lalu, sampaikan bahwa pemilik website tidak meminta adanya penghapusan backlink untuk backlink tersebut.

Memang, mengidentifikasi menjadi target dari SEO negatif tidaklah mudah. Belum lagi, cara penanganannya pun tak bisa dikatakan gampang saja dilakukan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa website dan blog bisa menjadi sasaran dari praktik gelap SEO ini.

Mengenali Anchor Text dan Bagaimana Meletakkannya di Dalam Artikel

Ketika membaca sebuah artikel online, tak jarang pembaca menemukan sebuah kata atau frasa yang bisa diklik dan mengarahkan pada sebuah laman tertentu. Itulah yang...
Rey
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *