Menggabungkan SEO dan Content Marketing untuk Hasil Pemasaran Digital yang Optimal

3 min read

SEO dan content marketing

Banyak orang beranggapan bahwa SEO dan content marketing merupakan dua kutub yang jauh berbeda dan tidak bisa disatukan. Alasannya sederhana, karena kedua teknik digital marketing yang banyak digunakan ini memiliki perbedaan yang teramat mendasar.

Terlebih lagi, keduanya biasanya dibuat secara terpisah. Bahkan kebanyakan penulis memberikan garis batas yang jelas untuk membedakan keduanya. Padahal, keberadaan SEO dan content marketing bisa melengkapi.

Sebelum membahas mengenai strategi apa saja yang bisa digunakan untuk menggabungkan kedua teknik ini, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian keduanya. Dengan begitu, dapat memahami mengapa orang sering memisahkan content marketing dan SEO pada dua sudut berbeda.

SEO vs Content Marketing

Untuk bisa mengerti mengenai SEO dan content marketing harus dilakukan dari hal yang paling mendasar, yakni mengetahui pengertiannya. Dengan begitu, bisa lebih memahami masing-masing entitas ini secara individual. Berikut pengertiannya:

1. SEO

Sebagaimana namanya, search engine optimization atau yang lebih dikenal sebagai SEO adalah cara yang dilakukan untuk mengoptimalkan kedudukan sebuah website terhadap mesin pencari. Bahasa sederhananya, SEO merupakan cara yang ditempuh untuk membuat website berada di hasil pencarian utama melalui konten.

Ada berbagai jenis konten yang bisa diupload pada website untuk kepentingan SEO ini. Mulai dari laman web, postingan blog, video, artikel, gambar, dan sebagainya. Tanpa konten-konten ini, website tidak akan bisa ‘optimal’ begitu saja.

2. Content Marketing

Lalu, apa itu konten marketing? Seperti namanya, itu merupakan sebuah cara marketing dengan menggunakan konten. Di sini konten digunakan sebagai teknik pemasaran untuk menawarkan produk, jasa, atau yang lainnya kepada orang lain.

Konten marketing populer digunakan karena dirasa lebih sesuai dengan zaman sekarang. Terlebih dengan teknologi internet yang telah menjadi keseharian bagi sebagian besar masyarakat. Belum lagi jika konten berhasil menempati laman pertama hasil pencarian, maka bisa menjadi boost marketing yang terbaik.

SEO ft Content Marketing

Sayangnya, tidak serta merta konten yang digunakan untuk marketing akan langsung melejit begitu saja di hasil pencarian. Harus ada upaya yang dilakukan untuk mendongkrak posisi konten tersebut. Di sinilah peran serta dari SEO dibutuhkan.

Konten marketing harus memiliki nilai SEO yang tinggi agar terindeks baik oleh mesin pencari. Dengan begitu, posisinya di hasil pencarian pun bisa lebih optimal. Artinya, setiap konten (termasuk konten marketing) harus memiliki penilaian individu yang baik untuk bisa muncul di laman pertama hasil pencarian.

Jadi ketika membuat sebuah konten untuk kepentingan marketing, SEO harus tetap diperhatikan. Memiliki website dengan penilaian SEO yang baik tidak serta merta menjamin bahwa konten marketing yang akan diposting di sana bisa memperoleh tempat di yang baik di mesin pencari.

Yang terjadi malah bisa justru sebaliknya. Konten marketing yang buruk bisa juga memberikan dampak buruk bagi website secara keseluruhan. Oleh sebab itu, pastikan agar setiap konten yang diposting – termasuk yang bertujuan sebagai sebuah marketing, harus mengikuti panduan SEO.

Cara untuk Menggabungkan antara SEO dan Konten Marketing

Lalu, bagaimanakah cara yang paling tepat untuk menggabungkan antara SEO dan content marketing? Ada berbagai cara yang bisa ditempuh. Berikut sebagian yang telah dirangkum dan dipandang paling efektif:

1. Tetap Ikuti Panduan SEO

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat konten marketing yang SEO friendly. Artinya, meskipun untuk tujuan marketing, konten harus tetap dibuat dengan aturan dan panduan

 SEO yang ada. Dengan begitu, konten bisa mendapatkan penilaian SEO yang baik dari mesin pencari.

Yang perlu diingat, bahwa penilaian SEO telah didesain sedemikian rupa untuk mendekati user experience setiap pengguna. Oleh karenanya, konten marketing pun harus disesuaikan dengan standar ini. Buat konten yang paling mudah untuk dinavigasikan oleh manusia serta berikan informasi sedetail mungkin.

Semakin detail informasi yang dimiliki oleh konten marketing, maka mesin pencari pun akan semakin merekomendasikan kepada pengguna di hasil laman pencariannya. Selain itu, pastikan untuk menyusun konten dengan kategori yang tepat. Maksudnya yaitu jangan mencampurkan konten marketing yang berbeda dalam satu laman yang sama.

Misalnya saja, produk yang disediakan adalah produk makeup. Maka, buat laman-laman khusus untuk setiap merek produk yang tersedia, seperti Wardah, Maybelline, atau yang lainnya. Dari situ, bisa dibuat laman turunan selanjutnya mengenai jenis-jenis makeup untuk setiap merek tersebut. Dengan begitu, orang tidak akan kesulitan ketika akan mencari sebuah produk yang diinginkan.

2. Selalu Rajin Update

Langkah berikutnya adalah selalu rajin update. Ingat, mesin pencari pun menilai keaktifan dari sebuah website. Hal ini pasti sudah disadari oleh para ahli SEO di luaran sana, bahwa tampil di laman pertama hasil pencarian itu bukanlah one hit wonder. Harus ada usaha yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

Untuk itu, selalu pastikan untuk mengupload konten baru secara reguler. Jika merasa tidak bisa update secara reguler, maka bisa juga menjadwalkan update konten. Jadi ketika memiliki waktu luang, buat konten sebanyak mungkin, lalu jadwalkan waktu publish dari setiap konten. Ingat, jangan langsung mempublish semua konten dalam satu waktu, karena bisa dianggap sebagai spamming.

Fungsi dari update reguler ini adalah untuk menambah variasi keyword yang berhubungan dengan website di mesin pencari. Semakin banyak konten yang dimiliki oleh sebuah website, maka akan semakin banyak keyword yang berhubungan dengan website. Dengan demikian, semakin banyak pula peluang marketing bagi website untuk muncul di hasil pencarian.

3. Evaluasi Link untuk Setiap Konten yang Diposting

Cara terakhir yang seringkali dilupakan, khususnya oleh para pemula, adalah mengevaluasi link dari setiap konten marketing yang diposting di website. Tak jarang, merasa bahwa konten sudah mendapatkan traffic yang bagus, maka pemilik web lupa untuk mengevaluasi link yang ada.

Padahal, bisa saja ada backlink yang berasal dari website yang mendapatkan penilaian buruk ‘nyasar’. Jelas ini akan memberikan dampak negatif bagi website yang dituju secara keseluruhan. Dampak terburuk yang bisa diterima yakni web dianggap berafiliasi dengan website buruk tersebut.

Belum lagi jika konten marketing yang dipublish memiliki nilai SEO yang baik, besar kemungkinan untuk muncul di laman pertama. Hal ini pun menjadikan angka backlink bisa saja meningkat pesat secara natural. Untuk itu, terus pastikan bahwa backlink yang mengarah ke website bukan berasal dari web-web yang bermasalah.

Berbicara mengenai SEO dan content marketing merupakan topik yang sangat kompleks. Masing-masing dari keduanya merupakan entitas tersendiri dan butuh penjelasan panjang. Apalagi menggabungkan keduanya, maka dibutuhkan kesabaran yang sangat ekstra untuk setiap proses yang dijalani.

Hanya saja, jika mau melakukannya dengan tepat, maka akan membawa dampak yang baik bagi kegiatan marketing. Membuat konten marketing yang SEO friendly merupakan upaya yang patut diperhitungkan dalam proses digital marketing.

Mengenali Anchor Text dan Bagaimana Meletakkannya di Dalam Artikel

Ketika membaca sebuah artikel online, tak jarang pembaca menemukan sebuah kata atau frasa yang bisa diklik dan mengarahkan pada sebuah laman tertentu. Itulah yang...
Rey
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *