9 Cara Menuliskan Keyword secara Natural di Dalam Artikel SEO

3 min read

cara menuliskan keyword secara natural

Dalam artikel konten SEO, sebuah keyword memiliki kedudukan yang sangat penting. Ini dikarenakan keyword menjadi topik bahasan utama dalam artikel. Dengan demikian, wajib hukumnya bagi para penulis artikel konten untuk mengetahui cara menuliskan keyword secara natural.

Seringkali, karena keyword dianggap sebagai instrumen yang paling penting, penulis artikel konten justru memaksakan keberadaan keyword dalam artikel yang ditulisnya. Akibatnya justru akan terjadi overstuffing keyword di dalam artikel. Dampaknya kemudian justru akan mendapatkan pinalti dari Google karena melakukan spamming.

Sebagai sebuah mesin pencari yang digunakan oleh manusia, Google berorientasi sepenuhnya kepada manusia. Artinya, user experience sangat berpengaruh dan algoritma Google pun dibuat sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan preferensi manusia.

Kuncinya adalah tetap mematuhi koridor SEO yang ditetapkan oleh Google. Hanya saja, tetap memperhatikan bahwa yang akan membacanya nanti manusia. Oleh karena itu, penting untuk tahu cara menuliskan keyword secara natural. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan:

1. Lakukan Riset Keyword

Seperti yang telah disinggung, artikel SEO tidak bisa lepas dari yang namanya keyword. Jadi hal paling penting untuk dilakukan ketika akan menulis sebuah artikel adalah melakukan riset terhadap keyword apa yang akan digunakan.

Tujuan dari dilakukannya riset ini adalah untuk mencari keyword apa yang banyak dicari oleh pengguna Google, namun memiliki tingkat persaingan yang rendah. Selain itu, dengan melakukan riset keyword, penulis pun bisa tahu gambaran seperti apa artikel yang akan dituliskannya nanti.

2. Jangan Memfokuskan Tulisan pada ‘Keyword’

Setelah memperoleh keyword, mulailah proses menulis. Lakukan langkah demi langkah proses penulisan artikel dari awal sampai akhir. Cara menuliskan keyword secara natural untuk sebuah artikel konten yang disarankan adalah jangan terlalu fokus pada keyword.

Oke, di sini memang sedikit kontradiktif. Akan tetapi, maksud yang ingin disampaikan adalah tulisan harus berfokus pada konten yang akan dituliskan, bukan pada keyword yang dipakai. Artinya, pahami makna dari keyword secara menyeluruh, bukan hanya kumpulan kata yang harus diulas di dalam artikel.

Salah satu trik yang biasa dilakukan untuk ini yaitu mengetahui dengan pasti apa yang seharusnya ditulis dengan keyword yang dimiliki. Maksudnya, dengan keyword seperti itu, apa yang pembaca temukan dari sebuah artikel. Dari situ, penulis pun bisa memulai proses penulisan secara lebih natural.

3. Tulislah Tulisan untuk Dibaca Manusia

Poin selanjutnya yang perlu diperhatikan oleh penulis yakni siapa target pembaca yang disasar. Keberadaan pembaca memiliki arti yang tak tergantikan bagi seorang penulis. Secara sederhananya, penulis menulis sebuah artikel untuk dibaca oleh orang lain.

Tanpa adanya pembaca, maka tulisan yang dihasilkan pun akan sia-sia saja. Oleh karena itu, tulislah sesuatu yang bisa dipahami oleh pembaca yang ditarget. Ingat, bahwa Google pun mengatur algoritmanya semirip mungkin dengan ‘pemahaman pembaca’.

4. Gabungkan Keyword Utuh dan Keyword Tak Utuh

Salah satu ciri dari artikel SEO adalah bisa ditemukannya keyword di dalam pembahasan. Hal ini memang merupakan ketentuan SEO yang harus dipenuhi oleh setiap artikel konten SEO. Hanya saja, perlu diperhatikan untuk tidak memenuhi artikel yang ditulis dengan keyword.

Cara menuliskan keyword secara natural yang disarankan adalah dengan menggabungkan penggunaan keyword utuh dan tak utuh. Yang dimaksud dengan keyword utuh yakni exact keyword yang digunakan, sementara keyword tak utuh adalah keyword yang telah disisipi oleh kata lain.

Ini dilakukan demi menghindari penggunaan keyword yang terlalu berlebihan. Selain itu, pastikan penulisan keyword ke dalam kalimat harus dilakukan senatural mungkin. Dengan begitu, ketika dibaca tidak akan terkesan janggal dan memaksa dan bisa melebur ke dalam kalimat secara apik.

5. Buat Pembahasan sesuai Judul yang Dibuat

Dalam setiap jenis tulisan, judul memiliki posisi yang penting. Demikian halnya dalam sebuah konten artikel. Itulah sebabnya, artikel SEO mengharuskan penyebutan keyword di dalam judul. Keberadaan keyword pada ini judul sekaligus mempertegas sudut mana yang diangkat dalam pembahasan artikel.

Judul yang telah dibuat menjadi landasan dasar pada alur pembahasan artikel yang ditulis. Artinya, artikel tidak boleh melenceng dari judul. Sebaliknya, judul juga harus bisa menggambarkan isi dari pembahasan artikel. Hal ini pun dijadikan sebagai pertimbangan bagi mesin pencari dalam mendeteksi apa yang dituliskan dalam artikel konten.

6. Tulis Artikel yang Panjang

Mungkin poin yang satu ini dirasa tidak berhubungan secara langsung dengan teknis dengan penulisan keyword secara natural. Akan tetapi, semakin panjang tulisan, maka Google pun akan semakin menyukainya.

Hal tersebut dibuktikan dengan artikel-artikel yang memperoleh peringkat teratas berisi hingga ribuan kata. Tak hanya itu saja, semakin panjang tulisan juga semakin memudahkan dalam peletakan keyword secara natural.

7. Selalu Cek Keyword Density

Poin yang satu ini sempat disinggung di atas, bahwa artikel dengan overstuffing keyword hanya akan dianggap sebagai artikel spam oleh Google. Untuk itu, pastikan untuk selalu mengecek keyword density atau sebaran keyword.

Disarankan pengulangan keyword di dalam artikel tidak kurang dari 0,5% dari jumlah kata dan tidak lebih dari 1% dari jumlah kata. Artinya, jika panjang artikel adalah 1000 kata, maka jumlah pengulangan keyword yang disarankan yaitu antara 5 hingga 10 kali pengulangan.

Penempatannya pun tidak boleh sembarangan dan menumpuk di satu sisi. Hanya saja pastikan keberadaan keyword pada paragraf pertama. Di samping itu, jangan meletakkan lebih dari satu kali penyebutan keyword dalam satu paragraf yang sama.

8. Perhatikan Pemilihan Anchor Text

Anchor text merupakan kata atau frasa yang dipilih untuk diberi hyperlink ke sebuah laman tertentu, baik di dalam website yang sama ataupun website lainnya. Tak jarang, penulis artikel konten memilih exact keyword sebagai anchor text. Padahal hal tersebut sebaiknya dihindari.

Penempatan anchor text pun sebaiknya dibatasi dalam sebuah artikel. Jika terlalu berlebihan, Google akan menilainya sebagai sebuah link spamming dan memberikan penilaian yang buruk. Bukan hanya itu saja, tetapi pastikan bahwa anchor text yang dipilih benar-benar sesuai dengan isi dari laman yang dituju.

9. Terus Belajar

Poin terakhir dalam pembahasan kali ini yaitu penulis harus selalu menambah wawasan. Bukan hanya terkait dengan pengayaan materi dan bahan tulisan, melainkan juga ilmu kepenulisan. Terlebih lagi untuk penulis artikel konten SEO yang sifatnya dinamis.

Penulis artikel SEO harus terus mengikuti menyesuaikan dengan perubahan algoritma mesin pencari. Google sebagai mesin pencari yang paling banyak digunakan juga selalu melakukan update dalam penilaian konten secara berkala. Oleh karena itu, penulis pun harus terus memiliki semangat untuk upgrade ilmu yang dimiliki.

Pada akhirnya, pemahaman akan cara menuliskan keyword secara natural merupakan kemampuan yang bisa dipelajari oleh penulis. Asalkan ada kemauan dan tak berhenti berusaha, penulis pasti bisa merangkai keyword  ke dalam kalimat secara natural tanpa ada kesan pemaksaan.

Mengenali Anchor Text dan Bagaimana Meletakkannya di Dalam Artikel

Ketika membaca sebuah artikel online, tak jarang pembaca menemukan sebuah kata atau frasa yang bisa diklik dan mengarahkan pada sebuah laman tertentu. Itulah yang...
Rey
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *