7 Cara Menulis Artikel Bahasa Inggris Mudah untuk Para Blogger

3 min read

Cara menulis artikel bahasa inggris

Menulis artikel berbahasa Inggris memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para blogger. Alasan utamanya adalah karena bisa menjangkau pembaca yang lebih luas. Oleh karena itu, banyak yang mencari langkah dan cara menulis artikel Bahasa Inggris yang mudah untuk dipraktekkan.

Syarat utama untuk bisa menulis sebuah artikel dalam Bahasa Inggris tentu saja ialah memiliki penguasaan kosakata Bahasa Inggris yang lumayan. Indikator mudahnya, penulis bisa menyusun kalimat berbahasa Inggris secara lengkap dan tanpa mengalami kesulitan yang berarti.

Jika hal tersebut bisa dilakukan, maka menuliskan sebuah artikel dalam bahasa Inggris bukanlah perkara yang terlalu sulit. Selanjutnya tinggal mengikuti cara menulis artikel Bahasa Inggris yang mudah untuk dilakukan seperti berikut:

1. Biasakan Membaca Literatur Berbahasa Inggris

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam cara menulis artikel Bahasa Inggris yang mudah yaitu banyak-banyak membaca. Yang dibaca yaitu literatur, konten, atau bacaan lain yang berbahasa Inggris. Tujuannya adalah demi membiasakan diri mengenal gaya penulisan dalam Bahasa Inggris.

Selain itu, dengan banyak membaca tulisan berbahasa Inggris, juga bisa membiasakan diri dengan istilah-istilah dalam Bahasa Inggris. Ini disebabkan karena setiap bahasa dan negara memiliki istilah-istilah tersendiri. Oleh karenanya, akan aneh jika menerjemahkan istilah yang umum digunakan di Indonesia ke dalam Bahasa Inggris.

Contohnya saja, istilah kebakaran jenggot sudah umum digunakan di Indonesia. Para native speaker Bahasa Inggris sulit untuk memahami maksud beard in fire sebagai terjemahan harfiah dari kebakaran jenggot. Penulisan yang pas untuk istilah kebakaran jenggot dalam Bahasa Inggris adalah fire in the pants.

2. Tulis dengan Bahasa Inggris Sejak Awal

Menguasai bahasa dan teknik yang lugas ketika menulis dalam Bahasa Indonesia tidak bisa menjadi jaminan akurat bisa menulis dalam Bahasa Inggris dengan baik. Tak jarang banyak yang menulis artikel berbahasa Inggris dengan sistem menerjemahkan.

Misalnya saja, menuliskan artikel yang dikehendaki dalam Bahasa Indonesia, kemudian baru menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris. Hal seperti ini sebaiknya dihindari, karena struktur tulisan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris memiliki perbedaan.

Untuk itu, akan lebih tepat jika menuliskannya langsung dalam Bahasa Inggris. Artinya, kalimat langsung disusun dengan pola dan struktur tulisan berbahasa Inggris. Dengan begitu, bisa mengantisipasi agar tidak tersandung dengan istilah yang umum digunakan dalam Bahasa Indonesia, namun tidak bisa ditemukan terjemahannya dalam Bahasa Inggris.

3. Ketahui Target Pembaca

Selanjutnya yang perlu diperhatikan jika menulis artikel dalam Bahasa Inggris adalah mengetahui target pembaca yang dituju. Dengan demikian, gaya serta intonasi penulisan pun bisa menyesuaikan dan akan tepat sasaran.

Mengetahui target pembaca bisa dalam artian gender, kelompok usia, latar pendidikan dan pekerjaan, hingga bahkan negara. Berbeda target pembaca maka akan berbeda pula pemilihan gaya bahasanya. Dari semua hal itu, yang paling penting adalah tahu negara mana yang dituju sebagai target.

Seperti yang diketahui, Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan digunakan oleh banyak negara. Hanya saja, jika menelisik lebih dalam, di tiap negara memiliki detail penulisan ejaan yang berbeda untuk beberapa kata.

Umpamanya, jika di Amerika Serikat menyebut celana sebagai pants, maka di Inggris Raya pants diartikan sebagai celana dalam. Sementara untuk celana sendiri, orang Inggris mengatakannya sebagai trouser. Itu hanyalah sebuah contoh kecil akan pentingnya penulis artikel Bahasa Inggris mengetahui target pembacanya.

4. Pilih Kata-kata yang Umum dan Mudah Dipahami

Cara menulis artikel Bahasa Inggris selanjutnya mudah untuk dilakukan, yakni menggunakan pilihan kata yang mudah dipahami. Sebenarnya, ini bukan hanya untuk menulis dalam Bahasa Inggris saja, melainkan juga dalam bahasa apa pun.

Banyak menggunakan kata-kata istilah akan membuat pembaca sulit memahami maksud dari artikel yang dituliskan. Terlebih lagi, kata istilah hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang yang sama. Sementara, kelompok yang lebih luas justru tidak bisa mengerti apa maksud dari artikel.

Berbeda halnya jika memang artikel khusus ditujukan untuk kelompok tertentu yang mengerti istilah-istilah khusus yang digunakan. Misalnya saja seperti untuk publikasi jurnal ilmiah untuk profesi-profesi tertentu.

5. Hindari Pengulangan Kata-kata yang Sama

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menulis sebuah artikel yaitu menghindari pengulangan kata yang sama secara terus menerus. Alasannya yaitu demi menghindari artikel yang ‘terdengar’ tidak kreatif dan penulis akan tampak seolah kurang dalam penguasaan kosakata.

Cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal adalah dengan membaca ulang artikel yang telah ditulis. Kemudian, coba perhatikan apakah ditemukan pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat, dalam satu paragraf, dan baca artikel secara keseluruhan.

Biasanya setiap penulis memiliki kecenderungan masing-masing. Ada yang senang menuliskan kata of course untuk menekankan sebuah pendapat. Pada kesempatan lain, ada pula yang suka menggunakan further atau therefore.

Oleh karenanya, penting bagi setiap penulis untuk mengenali dirinya sendiri, khususnya pada gaya penulisannya. Dengan begitu, bisa menghindari penggunaan kata yang sama secara terus-menerus.

6. Tuliskan dalam Bentuk Kalimat Aktif

Tak hanya dalam penulisan Bahasa Indonesia yang mengenal bentuk kalimat aktif dan pasif, dalam Bahasa Inggris pun juga sama. Ada bentuk kalimat aktif dan kalimat pasif yang sebenarnya memiliki makna sama. Bedanya, jika menulis artikel berbahasa Inggris, maka dianjurkan untuk menggunakan bentuk kalimat aktifnya.

Yang disarankan, bentuk kalimat pasif yang terkandung di dalam artikel tidak lebih dari 10%. Ini karena tak seperti dalam Bahasa Indonesia yang mudah dipahami, bentuk kalimat pasif dalam Bahasa Inggris terkesan sulit dibaca.

Maka dari itu, alih-alih menuliskan the price decided by the company, sebaiknya menulis the company decided the price. Terlebih lagi, struktur kalimat aktif dalam Bahasa Inggris pun terlihat lebih simple dan lebih mudah untuk dibaca.

7. Gunakan Grammar Checker

Selain penguasaan vocabularies Bahasa Inggris yang lumayan serta bisa menulis, syarat dasar bagi penulis artikel berbahasa Inggris adalah grammar. Jika Indonesia memiliki PUEBI (peraturan umum ejaan Bahasa Indonesia), maka Bahasa Inggris memiliki aturan grammatical.

Penguasaan grammar jelas menjadi pembeda bagi penulis Bahasa Inggris dengan yang hanya bisa mengucapkannya saja. Apalagi dengan menulis, susunan grammatical dari artikel akan lebih terlihat dibanding hanya jika didengarkan. Kesalahannya pun akan mudah untuk diketahui.

Meskipun para penulis yang menuliskan artikel dalam Bahasa Inggris, pasti sudah memiliki penguasaan grammar yang cukup mumpuni, ada baiknya untuk cross check. Cara termudah untuk melakukan cross check grammar ini adalah dengan menggunakan grammar checker seperti Grammarly, Grammar Checker, Reverso, dan masih banyak lagi.

Program-program grammar checker berbentuk website ini bisa diakses dengan mudah. Biasanya program-program tersebut juga dilengkapi dengan suggestion jika ditemukan susunan atau pemilihan kata yang kurang tepat. Ditambah lagi, program pun mayoritas telah disesuaikan agar bisa memenuhi kebutuhan para penulis.

Ada beragam cara menulis artikel Bahasa Inggris yang mudah dan bisa ditiru oleh penulis. Seiring berjalannya waktu, setiap penulis pun pasti akan bisa menemukan caranya sendiri yang dianggap paling mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *