Apa Itu Copywriting dan Bagaimana Cara Jitu untuk Membuat Sebuah Copy?

3 min read

Apa itu copywriting

Istilah copywriting bukan lagi sesuatu yang asing di telinga. Pengertian mengenai apa itu copywriting pun telah berkali-kali digemborkan sebagai salah satu teknik marketing yang paling jitu.

Hanya saja, tak semua orang bisa memahami sepenuhnya mengenai topik yang satu ini. Banyak yang masih beranggapan bahwa sebuah copy sama dengan iklan dan promosi. Benarkah demikian? Untuk lebih jelasnya, sebaiknya mari memahami akan makna dari copywriting sebenarnya.

Yuk, Mengenal Lebih Mendalam tentang Apa Itu Copywriting

Secara harfiah, copywriting berarti menulis sebuah copy. Menurut Pam Foster, Direktur Copywriting Training pada AWAI (American Writers & Artist, Inc.), copy yang dimaksud adalah sebuah pesan yang ditulis untuk mempersuasi pembacanya.

Tulisan tersebut berupa ajakan agar yang membaca mau melakukan sesuatu, misalnya seperti membeli, melakukan donasi, menggunakan sebuah jasa, dan lain sebagainya. Intinya, sebuah copy harus bisa memberikan pengaruh kepada pembacanya.

Biasanya, copy yang dituliskan ini berisi sebuah pesan pendek, namun dapat memberikan efek yang besar. Seperti yang terdapat di salah satu iklan mie instant sejuta umat di Indonesia, Pas hujan, pasnya Indomie.

Kalimat tersebut singkat, namun pesannya bisa langsung tersampaikan. Membuat orang akan langsung teringat pada Indomie dibandingkan dengan mie instan lainnya, jika hujan turun. Di situlah kekuatan sebuah copy.

Dalam mengenali apa itu copywriting, tak cukup hanya dengan satu atau dua teori saja. Terlebih pada masa digital marketing seperti sekarang, di mana platform promosi semakin tak terbatas. Kemampuan copywriting pun menjadi sebuah seni yang diburu dan dibutuhkan.

Akan tetapi, seni dalam copywriting ini bukan hanya untuk iklan semata. Ada banyak manfaat lain dari kemampuan dalam membuat sebuah copy. Mulai dari bisa dijadikan sebagai sebuah judul, headline, branding, tagline, dan lain sebagainya.

Selama itu berbentuk sebuah tulisan singkat yang bermaksud mempersuasi, maka itulah copywriting. Media penyampaiannya pun bisa bermacam-macam. Mulai dari sebagai tulisan dalam iklan gambar (cetak maupun elektronik), bagian dari naskah iklan berbentuk video, atau bahkan menjadi bagian dari sebuah konten artikel.

Trik Jitu dalam Menulis Sebuah Copy beserta Contohnya

Setelah mengetahui sekilas tentang apa itu copywriting, hal selanjutnya yang perlu diketahui adalah bagaimana cara membuatnya. Ada beberapa trik khusus yang bisa dicoba dalam menuliskan sebuah copy. Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan beserta contohnya:

1. Sisipkan Kata Sifat yang Bisa ‘Dirasakan’ Pembaca

Dibandingkan dengan deskripsi panjang, pembaca akan lebih bisa merasakan kedekatan emosional dengan kata-kata yang bisa ‘dirasakan’. Dirasakan yang dimaksudkan di sini adalah sesuatu yang saat membacanya pun orang secara umum akan bisa mengerti.

Contoh mudahnya, ketika ada yang berkata bahwa gula itu manis, maka yang mendengarkannya pun akan mengangguk setuju. Ini dikarenakan, indera perasanya sudah pernah merasakan manisnya gula.

Begitu pula ketika menuliskan sebuah copy. Pembaca akan lebih merasa tergugah jika yang tertulis adalah pengalaman yang pernah dialami.

Satu contoh yang bisa mewakili poin ini dengan tepat yaitu branding sebuah permen kenamaan yang diproduksi oleh Konimex, NANO NANO. Hampir seluruh masyarakat Indonesia pasti akan merujuk NANO NANO jika membaca Manis-Asam-Asin, Rame Rasanya!

Ketika copy tersebut pertama diluncurkan, semua orang dibuat penasaran. Permen rasa apa yang bisa menyatukan manis, asam, dan asin dalam satu waktu. Kemudian, dikarenakan menjadi branding yang sukses, copy tersebut pun masih digunakan hingga saat ini.

2. Kerucutkan Target Audience Hingga ke Detail Terkecil

Sama halnya dengan jenis tulisan yang lain, menuliskan sebuah copy pun butuh kejelasan target pembaca yang diingini. Oleh karenanya, sebelum mulai meramu kata, pastikan bahwa demografi target yang diharapkan telah menjurus sedetail mungkin. Bahkan hiperbolisnya, tulislah copy hanya untuk satu orang.

Seperti yang dilakukan oleh produk kecantikan dan perawatan kulit asal Negeri Ginseng, Nature Republic. Secara garis besar, target pasar Nature Republik adalah para manusia modern yang ingin beralih ke produk-produk berbahan dasar dari alam. Produk ini bahkan berani menggunakan branding Journey to Nature.

Hanya saja, untuk produk soothing gel yang berbahan dasar aloe vera, copy yang digunakan adalah Soothing your skin soon. Dalam copy ini ada target yang lebih spesifik dibandingkan dengan hanya orang-orang yang mencari produk kosmetik berbahan dasar dari alam. Copy tersebut merujuk pada orang yang perlu menyejukkan kulitnya.

3. Sertakan Sebuah Cerita

Bentuk copy yang menggunakan cerita memang selalu laris manis digunakan. Alasannya adalah karena secara psikologis, orang merasa tertarik akan suatu kisah. Biasanya bentuk copy seperti ini lebih sering dibuat sebagai sebuah naskah cerita.

Di Indonesia sendiri, contoh iklan produk yang menggunakan cerita memang lebih populer. Jika mengingat ke belakang, salah satu yang paling digemari adalah kisah dalam iklan deterjen bubuk Surf serta iklan Ponds. Kedua produk tersebut sukses menarik minat masyarakat karena copy naskah yang tak biasa.

Ceritanya pun tidak langsung habis dalam satu kali tayangan iklan, melainkan dibuat sebagai sebuah series. Surf dengan kisah klasik antara istri vs mertua. Sementara Ponds mengambil tema klise antara si pemuda kaya dengan rakyat biasa.

4. Gunakan ‘Power’ Words

Bentuk copy selanjutnya yang paling digemari dan sukses menimbulkan efek adalah pencantuman kata-kata yang ‘berkekuatan’ alias ‘power words’. Menurut hasil penelitian, ada kata-kata yang memiliki kekuatan lebih saat dipakai pada sebuah copy. Misalnya saja seperti kata: gratis, diskon, free, dan sejenisnya.

Pada awal kemunculannya, Shopee berhasil merangsek maju menjadi platform marketplace favorit berkat ongkir gratis. Padahal saat itu, orang sudah akrab dengan Tokopedia, OLX (dulunya Tokobagus), serta Bukalapak. Namun, iming-iming ongkos kirim yang gratis terbukti punya kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata.

5. Buat Nada Tulisan yang Engaging

Poin terakhir yang perlu digarisbawahi yakni tulisan copy yang dibuat haruslah bisa engaging. Dengan begitu, bisa menimbulkan efek dan si pembacanya pun akan melakukan sesuatu tindakan seperti yang dikehendaki.

Untuk bisa melakukannya, maka perlu menyusun sebuah tulisan yang bisa berbicara. Artinya, bahwa tulisan harus bisa benar-benar menyampaikan maksud yang dengan baik. Tak harus selalu memilih bahasa yang kasual dan santai, susunan bahasa yang resmi pun bisa diramu agar tidak terkesan kaku.

Agar lebih mudah, bayangkan saja apa yang dituliskan itu adalah sebuah ucapan untuk mempersuasi orang lain. Pilihlah kata-kata yang paling pas sesuai dengan target pembaca, namun bisa mewakili apa yang ingin disampaikan.

Ada banyak teori mengenai apa itu copywriting yang bisa ditemukan di luaran sana. Akan tetapi, beberapa trik di atas bisa coba digunakan dalam membuat sebuah copy. Tak harus sekali jadi, karena semuanya butuh proses, dan justru semakin banyak mencoba akan semakin mengasah kemampuan.

Menjadi seorang copywriter membutuhkan kemampuan persuasif melalui ramuan kata-kata. Oleh karenanya, pastikan untuk menggunakan pilihan bahasa yang paling tepat sesuai dengan target yang dikehendaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *