Mengenali Anchor Text dan Bagaimana Meletakkannya di Dalam Artikel

3 min read

Ketika membaca sebuah artikel online, tak jarang pembaca menemukan sebuah kata atau frasa yang bisa diklik dan mengarahkan pada sebuah laman tertentu. Itulah yang disebut sebagai sebuah anchor text. Lebih mudahnya, itu merupakan teks yang ber-hyperlink.

Biasanya teks seperti itu memiliki warna lain atau bergaris bawah. Contohnya seperti teks yang mengarahkan ke homepage Komunitas Penulis ini. Melihat yang demikian, sebagian pembaca pun pasti sudah memahami bahwa teks tersebut mengandung sebuah link.

Lebih Mendalam tentang Anchor Text

Tujuan keberadaan anchor text ini adalah untuk memberikan informasi lengkap kepada pembaca terkait text yang mengandung link. Adapun link yang dituju bisa saja berada di dalam website yang sama ataupun website lain.

Yang menarik dari penggunaan anchor ini yaitu pemilik website tidak bisa sepenuhnya mengontrol penggunaannya. Terlebih bagaimana web lain memilih sebagai anchor. Oleh karenanya, Google menyarankan bagi para pemilik website untuk mengoptimalkan penggunaan anchor yang merujuk laman pada internal website.

Sementara itu, ada beberapa jenis teks anchor yang sudah umum dikenal secara umum, yakni antara lain:

  • Exact match. Jenis anchor seperti ini yaitu yang meletakkan link pada keyword utuh dan laman tujuan memiliki pembahasan yang serupa. Contohnya saja teks ‘artikel SEO’ dan laman tujuan yang ditautkan pada teks benar-benar berisi pengertian mengenai artikel SEO.
  • Partial match. Hampir sama seperti jenis anchor sebelumnya, tetapi laman tujuan pada partial match anchor tidak sepenuhnya menjelaskan mengenai teks yang dipilih. Misalnya teks ‘cara menulis artikel SEO’, namun laman yang di-link-kan mengarah para pembahasan artikel SEO secara umum.
  • Branded. Seperti namanya, anchor ini merupakan sebuah brand. Misalnya saja ‘Bikinartikel’ yang diberi link menuju ke homepage Bikinartikel.
  • Naked link. Jenis anchor yang ini sudah jelas memasukkan hyperlink pada teks URL yang dituliskan secara langsung. Contohnya seperti ‘komunitaspenulis.com’ dan ‘bikinartikel.com’.
  • Generic. Kata yang dipilih untuk digunakan sebagai anchor merupakan kata-kata yang generic atau umum digunakan. Misalnya saja penggunaan ‘klik di sini’ yang umum ditemukan.
  • Images. Ketika memasukkan gambar ke dalam postingan, pasti akan menggunakan Alt teks sebagai atribut gambar. Nah, jika memberikan link pada gambar, maka yang dijadikan sebagai anchor oleh Google adalah Alt teks itu tadi.
  • Random. Di sini, kata yang digunakan sebagai anchor sepenuhnya random dan tidak bisa ditebak. Selain itu, laman rujukan pun tidak bisa dibilang berhubungan dengan keyword yang dibahas.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Anchor Text

Sebagian besar penulis memandang penggunaan anchor text pada sebuah artikel SEO menunjukkan ‘ketajaman’ pembahasan yang diulas. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, namun tidak bisa disalahkan juga. Untuk lebih jelasnya, simak apa yang saja yang perlu diperhatikan jika menggunakan sebuah anchor berikut:

1. Jangan Menggunakan Link Anchor ke Website yang Bermasalah

Aturan pertama jika ingin menggunakan anchor adalah jangan merujuk ke website yang bermasalah. Alasannya karena dapat berdampak buruk pada website.

Perlu diingat, bahwa Google dan mesin pencari lainnya melihat semua aspek yang ada pada website. Mengarahkan pembaca dengan menggunakan anchor pada website yang bermasalah bisa diartikan bahwa pemilik website memiliki afiliasi langsung dengan website yang bermasalah tersebut.

Tipe website seperti ini yaitu yang membagikan informasi hoax, memuat hal-hal berbau SARA, berisi postingan spam. Selain itu, hindari juga website yang dilarang oleh pemerintah seperti yang memuat tentang judi dan pornografi. Untuk memastikan, cek lebih dahulu website eksternal yang akan di-link-kan di Alexa.

2. Hindari Menggunakan Keyword sebagai Anchor untuk Link Rujukan Internal

Jangan pernah menggunakan keyword utuh sebagai anchor yang merujuk pada laman internal yang ada pada website. Hal ini akan berdampak buruk pada penilaian SEO yang dilakukan oleh mesin pencari seperti Google.

Menggunakan keyword utuh untuk anchor internal bisa berujung pada pinalti dari Google dan mesin pencari lainnya. Hal ini dipandang sebagai sebuah usaha untuk memanipulasi sistem. Untuk mengatasi hal tersebut, bisa menggunakan partial anchor atau generic.

3. Pastikan Teks yang Dipilih sebagai Anchor sesuai dengan Laman Rujukan

Pastinya para penulis artikel SEO sudah tahu, bahwa Google sering melakukan upgrade pada sistem algoritmanya. Sebagai mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh umat sejagat, tak mengherankan jika para penulis artikel SEO merujuk pada aturan Google.

Nah, sejak pembaruan terbaru pada sistem algoritmanya, bot Google lebih selektif dalam memeriksa isi setiap konten artikel. Terlebih lagi, Google menggunakan link rujukan anchor untuk mengidentifikasi informasi seperti apa yang disajikan oleh website.

Oleh karenanya, pastikan untuk memilih teks yang sesuai dengan laman rujukan. Dengan begitu, bisa meningkatkan user experience pembaca dan membuat postingan tetap relevan. Sederhananya, jika pembaca mengklik anchor tersebut, maka pembaca akan bisa menemukan informasi yang lebih mendalam terkait teks anchor.

4. Pastikan Teks Anchor Dirangkai secara Natural di Dalam Kalimat

Masih melanjutkan dari pembahasan pada poin sebelumnya, pastikan untuk memilih teks sebagai anchor secara natural. Artinya, kata atau frasa yang dipilih sebagai anchor memang pas untuk diletakkan di dalam kalimat dan tidak ada unsur pemaksaan.

Ingat, bot Google terus mengalami upgrade algoritma agar bisa membaca setiap konten seperti manusia. Artinya, tetap buat artikel yang memang untuk dibaca oleh manusia, termasuk pada teks yang diberi anchor link. Pembaca akan membaca keseluruhan artikel, bukan hanya sekedar anchor-nya saja.

5. Jangan Lupakan Alt Atribut pada Gambar

Alt teks pada gambar memiliki peranan yang sangat penting bagi SEO website secara keseluruhan. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca terkait gambar yang dipasang. Oleh karenanya, selalu pastikan untuk memberikan Alt atribut pada setiap gambar yang digunakan dalam artikel.

Alasan lainnya yaitu Alt teks juga dapat berfungsi sebagai anchor. Untuk itu, tetap perhatikan teks yang digunakan untuk mengisi Alt atribut gambar. Sebaiknya, batasi penggunaan keyword utuh untuk mengisi Alt atribut seminimal mungkin.

6. Cek Keyword Density pada Anchor

Yang perlu diingat, penggunaan keyword untuk anchor tetap diperkenankan. Hanya saja, sebaiknya mengikuti hal-hal yang disebutkan dan disarankan pada pembahasan ini. Terlebih lagi, apa yang telah disebutkan di sini dikumpulkan dari berbagai sumber yang telah melalui proses trial and error sebelumnya.

Oleh sebab itu, selalu cek berapa banyak anchor yang digunakan di dalam artikel. Lalu, dari sekian anchor yang ada, berapa banyak yang menggunakan keyword – baik secara utuh maupun parsial. Ini demi menghindari pembacaan sebagai usaha manipulasi sistem oleh mesin pencari seperti Google.

Keberadaan anchor text memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi SEO website. Bagi mesin pencari seperti Google, anchor mengklasifikasikan informasi yang dikandung oleh website. Sementara bagi pembaca, anchor memberikan informasi lebih dalam mengenai hal apa yang dibahas. Oleh karenanya, pastikan untuk menggunakannya secara bijak serta mengoptimalkannya sebaik mungkin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *